Penasaran bagaimana susu Vama Dairy diproses? Intip rahasia di balik kesegaran susu pasteurisasi kami yang diolah dengan teknologi modern dan standar keamanan pangan.
Pernahkah Anda membayangkan perjalanan setetes susu sebelum sampai di meja makan Anda? Di Vama Dairy, kami percaya bahwa kualitas rasa bermula dari proses yang benar. Bukan sekadar memerah dan mengemas, kami menerapkan standar ketat untuk memastikan nutrisi alami susu sapi tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.
Berikut adalah tahapan perjalanan susu Vama Dairy yang mengutamakan kualitas dan kesegaran:
1. Seleksi Bahan Baku dari Mitra Lokal
Semua bermula dari kemitraan. Vama Dairy bekerja sama langsung dengan peternak sapi pilihan di Jawa Timur yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV). Hal ini memastikan bahwa sapi-sapi dirawat dengan baik dan menghasilkan susu mentah yang bebas dari zat berbahaya serta memiliki standar lemak dan protein yang sesuai.
2. Pengujian Laboratorium yang Ketat
Begitu susu segar tiba di pabrik kami di Pasuruan, langkah pertama adalah pengujian laboratorium. Susu harus lolos uji kualitas, mulai dari uji alkohol, uji berat jenis, hingga kadar nutrisi. Jika tidak memenuhi standar tinggi Vama Dairy, susu tidak akan masuk ke tahap produksi.
3. Proses Filtrasi dan Standardisasi
Susu kemudian disaring menggunakan teknologi modern untuk membuang kotoran mikroskopis. Setelah itu, dilakukan proses standardisasi agar setiap botol Vama Dairy memiliki kandungan gizi (lemak dan protein) yang konsisten, baik itu varian Full Cream maupun rasa Malt.
4. Teknologi Pasteurisasi ESL (Extended Shelf Life)
Ini adalah inti dari keunggulan kami. Susu dipanaskan dengan suhu tertentu menggunakan teknologi ESL.
- Tujuannya: Membunuh bakteri patogen (penyebab penyakit) tanpa merusak struktur protein dan vitamin yang ada dalam susu.
- Hasilnya: Susu tetap segar, rasa gurihnya tidak berubah, dan memiliki masa simpan yang lebih lama dibandingkan pasteurisasi biasa, meski tanpa bahan pengawet.
5. Sistem Otomasi & Clean in Place (CIP)
Higienitas adalah harga mati. Di pabrik PT Vama Lestari Alam, kami menggunakan sistem Clean in Place (CIP). Artinya, seluruh jalur pipa dan tangki produksi dibersihkan secara otomatis menggunakan sistem sirkulasi pembersih khusus tanpa perlu dibongkar. Hal ini meminimalkan sentuhan tangan manusia dan mencegah kontaminasi silang.
6. Pengemasan Higienis
Susu yang telah diproses kemudian dikemas ke dalam kemasan karton laminasi yang kedap cahaya dan udara. Proses pengisian dilakukan di ruangan bersih (clean room) untuk menjamin tidak ada bakteri dari udara yang masuk ke dalam kemasan.
7. Rantai Dingin (Cold Chain Management)
Setelah dikemas, susu segera disimpan dalam gudang pendingin dengan suhu di bawah 4°C. Selama distribusi hingga sampai ke toko atau tangan Anda, suhu dingin ini harus selalu terjaga agar bakteri tidak dapat tumbuh kembali.
Kesimpulan
Proses yang panjang dan teliti di Vama Dairy adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan kebaikan alam dalam setiap tetesnya. Dengan menggabungkan kearifan peternak lokal dan teknologi industri modern, kami memastikan keluarga Indonesia mendapatkan susu yang tidak hanya enak, tapi juga aman dan berkualitas tinggi.